Sabtu, 29 Agustus 2015

Tempat Kuliah Gratis Di Bogor




Hai para pembaca setia..
jangan bosan-bosan yah membaca artikel terbaru dari saya pribadi..
Kali ini temanya “kuliah gratis di bogor”
Nah... untuk kalian para pembaca yang belum mengetahui kuliah gratis di daerah bogor, ada loh kuliah gratis yang sangat berbeda dari pada kuliah gratis lainnya. kalian yang ingin kuliah namun tidak punya biaya, saya punya solusinya yang mudah-mudahan bermanfaat untuk kalian semua yah, ini serius beasiswa full tanpa ada pungutan sedikit pun malahkan untuk kalian yang berminat , kalian bisa mendapatkan fasilitas yang tidak bisa di dapatkan di kampus lian, bahkan di kampus Negri sekalipun.
Hmm..kalimat “engga ada hidup yang  namanya gratis” mungkin sangat benar adanya untuk kalian yang hidup pada abad ke-20. Semua serba bayar , mulai dari parkir kendaraan hingga masuk toilet.
Jika dulu toilet tidak bayar sekarang masuk toilet pun ada tarif nya, mungkin yang ini berlaku untuk toilet umum yang biasa nya ada di terminal, parkiran dan lainnya. Saya kasih tips nih bila kalian ingin ke toilet gratis. Pergi ke Mesjid yang biasanya toilet nya gratis, atau ketika kalian di Mall dan kadang ada Mall yang toiletnya bayar, pergi ke toilet bioskop biasanya disana tidak menagih tarif. 

Senin, 24 Agustus 2015

Komitmen itu penting



Hei pembaca setia.. ketemu lagi dengan saya, ada sedikit tulisan yang bisa saya paparkan hari ini. Tepat sepulang kampus ada cerita yang membiarkan saya untuk terus menulis apa yang sudah di kembangkan dalam otak saya, langsung aja..
Komitmen ? apa itu.. ada beberapa para ahli yang mendifinisikan kata komitmen. Tapi agar mudah dipahami saya akan meringkasnya. Komitmen sama dengan mempertahankan janji pada diri sendiri. Yah.. mempertahankan yang memang harus di pertahankan. Mempertahankan tanggung jawab, mempertahankan sebuah hubungan dan segala jenis komitmen lainnya.
Kali ini saya akan menyinggung sedikitnya komitmen dalam sebuah hubungan, buat kalian mungkin sudah  tau yah,.. hubungan yang serius memang butuh komitmen. Bukan sekedar hanya ingin  bahagia bersama dan tertawa bersama tanpa memikirkan apa yang harus kita pertahankan dalam sebuah hubungan. Untuk orang-orang yang berpacaran mungkin komitmen tidak terlalu menjadi prinsip dalam menjalani suatu hubungan. Seberapa lama kita menjalani suatu hubungan tanpa ada komitmen, mungkin para pembaca sudah tau bahwa itu tidak ada nilainya sama sekali, meskipun banyak kenangan indah ketika jalan berdua sambil berpegangan tangan.. hmmm.. ini sudah sangat dilarang yah sobat oleh agama. Untuk kaum muslim yang insha Allah memahami bagaimana pacaran sangat dilarang oleh Allah swt.

Minggu, 23 Agustus 2015

Pemeran utama

Jika kalian menjalani hidup layaknya kisah dalam ftv atau sinetron bahkan drama korea, yang selalu menyajikan cerita dengan alur yang begitu indah mengalir atau terlalu banyak konflik sehingga cerita tak kunjung selesai, mungkin inilah yang tepat untuk kita. Hidup kita layaknya sebuah sinetron dimana kita menjadi peran utama, kisah tak kunjung selesai hingga ajal menjemput. Sebenarnya sesudah kematian pun masih ada alur cerita yang harus di perankan sang pemeran utama. andai cerita hidup kita disiarkan dalam alat eletronik berbentuk persegi empat. kita bisa mengubah apa yang tidak seharusnya kita lakukan atau mengubah apa yang seharusnya kita lakukan , sehingga kita tidak mengambil suatu keputusan yang salah.

Kalau di antara kita ingin menjadi orang terkenal seperti selebritis, artis, pemain film. Mungkin kita ingin mengambil sebagai peran utama. Dimana banyak adegan yang ada kita didalamnya. Sama hal nya dengan kehidupan kita. Tak perlu khawatir sejak lahir kita sudah menjadi pemeran utama.

Rabu, 29 Juli 2015

Sincere ??





Kuulurkan jilbabku, hingga terasa damai hatiku
Kulonggarkan pakaianku sehingga tertutup bentuk tubuhku
Kulakukan semua itu karena cintaku kepada Rabb-ku
Dan ku berbisik dalam hatiku, semoga engku ridho melihatku
Andai semua orang memahami, cantik bukanlah ukuran
Tapi, cantik hati memikat semua orang dan yang utama budi pekerti seperti Rosulluloh contohkan.
Aku bukan wanita yang sempurna dalam segala hal.


Selasa, 30 Juni 2015

Di Balik Tahun 2001 di Kampus BEC



Terimakasih untuk pembaca yang bersedia mampir di kedai kopi ini, eh becanda deh di blog  saya maksudnya.Kali ini saya akan menceritakan tentang kampus tercinta Bogor EduCARE, sebelumnya saya  sudah pernah menceritakan tentang Bogor EduCare dengan judul "Langkah Awal Untuk Yang Haus Ilmu". Nah, kali ini saya akan  menceritakan lagi tentang kampusku dengan sudut pandang yang berbeda.
Kalau kemarin menceritakan tentang kesan pertama saya  bertemu degannya di sudut kota bogor, sekarang  saya akan  menceritakan tentang sisi lain dari kampus Bogor EduCARE tercinta ini.
 
Selamat membaca

kalian pasti masih belum terlalu tau kan, apa itu BEC atau Bogor EduCARE ? lahir dimana ? dan apa saja yang ada di kampus ini ? saya akan menceritakannya di sini.

Pertama kali Kampus Bogor EduCARE lahir dari induknya, haha bukan pertama kali di resmikan oleh sang pencetus yang membangun yayasan ini yaitu Bp. H Achmad Kalla karena prihatin dengan kondisi kurangnya kemampuan karyawan di berbgaian perusahaan  dalam mengoperasikan komputer dan berbahasa inggris, dengan segala usaha yang telah di lakukan beliau dan orang-orang yang  juga membantu maka diresmikanlah gedung pertama BEC sekaligus masa orientasi angkatan pertama pada hari kamis, 09 Agustus 2001 di Jl.Panaragan Kidul No 18 Bogor. Pada angkatan pertama ini jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 30 orang dari jumlah 75 yang mengikutites seleksi. Namun, pada tahum 2011 kampus Bogor EduCAREberpindah tempat ke  Jalan Cikiray Rt 03/06 Desa Sukaraja, Kec. Sukaraja, Kab.Bogor. BEC ini adalah tempat kuliah yang (Full Scoollarship).   ditambah dengan fasilitas yang memadai di antaranya lab.komputer,lab. Bahasa, makan siang dan lain-lain.

Minggu, 07 Juni 2015

I am Nothing



Di tepian dermaga ..
Aku terpaku seorang diri..
Lamunan masa lalu kembali mengusikku..
Di ufuk barat sang mentari tenggelam sinarnya..
Rona merah pun muncul sesaat ..
Hilang di terpa sang awan..
Senja semakin berlalu ,aku masih terpaku main bisu..
Andaikan waktu dapat terulang kembali..
Ingin rasanya aku mengulangi hari-hari indah ini bersamamu..
Bersama mengaungi hidup ini
Indah begitu tak sanggup aku lupakan
Andai hari ini kau hadir menemaniku ,banyak kata yang ingin aku eja.
Banyak doa ingin aku limpahkan..
Terlebih ungkapan rinduku padamu...
Miss You
Di antara angan yang ku manja tentang dirimu ,aku ingin kau tau,
Tempat mu tak berubah di hatiku
Seiring dengan harapan hati
Kudendangkan pena di atas kertas  yang masih suci
Tanpa ada bercak-bercak hitam
Sepatah kata bukan untuk rayuan
Tetapi sebagai curahan hati
Semakin ku pandang semakin layu matamu
Semakin lama aku pandang sampai2 terbawa mimpi,kau hadir sebagai teman
Aku sapa kau diam aku kejar kau berlari
Sepertinya ada jarak di antara kita yang membuat kita ragu untuk bersatu

Adakah dermaga di dalam lubuk hatimu
Untuk melabuhkan cinta  kasihku
Setelah sekian lama aku arungi hidup ini
Namun belum ku temukan cintaku
Sejak kau hadir di kesunyian hatiku
Kini aku temukan cinta yang hilang
Namun semua itu tak mampu untuk bertahan dan akhirnya engkau pergi lagi
Kemana harus aku sandarkan

Seven Minute part 1



punya tulisan  jadi post aja, selamat membaca :D

 Tidak ada hal yang sedang di tunggu oleh gadis kecil yang berdiri di depan toko permen selain keinginannya untuk bisa mencicipi salah satu permen yang tersusun rapih di etalase toko, namun ia perlu berfikir dua kali untuk bisa membelinya, bukan ia tidak mampu untuk membeli akan tetapi,  ada tugas lain yang harus dilakukannya, tentu saja  membantu kakek nya berjualan .jadi,  ia tidak harus mengantri panjang untuk bisa mencicipi permen yang sedari di lihatnya, karena toko memang sedang ramai.
Deta berjalan sambil mendorong sepedahnya yang sudah tua, sepedah itu sudah berumur lebih tua dari umur kakek, jadi maklum saja jika sepedah ini ada saja yang rusak, kemarin rantai nya sudah lepas beberapa kali ,dan hari ini Deta terpaksa mendorong sepedahnya karena ban sudah bocor. Deta baru saja pulang dari pusat kota untuk berjualan angklung buatan kakeknya, memang agak sulit untuk menjualnya. udah sore hari ini pun baru satu orang yang membeli, itupun karena anak kecil merengek-rengek ingin membeli angklung, kalau saja anak kecil itu tidak menangis maka Deta tidak akan mendapatkan uang sepersenpun.
Selama perjalan pulang , Deta melihat seorang lelaki yang umurnya tidak jauh berbeda ia terlihat cemas sambil meremas-remas kertas yang ada di tanganya dengan penasaran Deta nendekati lelaki itu.
“kenapa ?” Deta bertanya tanpa basa-basi
Lelaki itu menoleh ke kanan, ke kiri dan kebelakang untuk memastikan bahwa Gadis kecil yang ada di depannya bertanya kepadanya.
“tidak apa-apa,hmm..nama kamu siapa ?” tanya nya balik
“aku Deta” jawab Deta sambil tersenyum
“aku..” belum selesai ia menyebut namanya, ada perempuan separuh baya memanggil dengan berteriak di arah dalam sebuah Toko “Karel, Come here..”
“yah..senang berkenalan denganmu..” kata Karel lalu berjalan masuk kedalam.
Deta melihat lembaran kertas yang sedari tadi di remas-remas oleh Karel. kemudian, ia memungutnya, disana tertulis lomba membuat puisi tingkat nasional  yang di selengarakan oleh salah satu penerbit buku di indonesia.dengan Semangat Deta mendorong kembali sepedah dan pulang kerumah.